Anggota geng motor di Depok juga produksi senjata, dijual di sosmed

Posted on

Polresta Depok masih mendalami senjata tajam yang digunakan geng Jembatan Mampang alias Jepang saat beraksi menjarah toko pakaian. Seorang wanita anggota geng diduga menjual senjata tajam tersebut di sosial media.

“Informasinya masih didalami. Info yang kami terima penjualan dilakukan di sosmed,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Rabu (27/12).

Polisi juga sudah melakukan penggeledahan di rumah yang dijadikan markas geng ini. Dan benar saja di sana ditemukan tujuh sajam berbagai jenis. “Yang kami temukan ada celurit, hingga pedang model sabit. Bahkan ada yang panjangnya lebih dari satu meter,” paparnya.

Sajam itu sambung Kasat adalah hasil produksi anggota geng tersebut. “Diduga sajam produksi sendiri, ada saksi yang sempat lihat perbuatan memproduksi sajam,” tukasnya.

Sajam tersebut dijadikan alat untuk geng ini saat beraksi. Mereka selalu membawa sajam untuk mengancam dan menakuti korban seperti yang terjadi di Toko Fernando pada Minggu dini hari lalu.

“Sajam ini dipergunakan untuk kepentingan gangster kelompok Jepang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *